Jan 21
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Si Mata dan si Hati

Guide: Karena banyak yang bilang tulisan kali ini berat, jadinya saya beri petunjuk buwat memahami tulisan ini. Tulisan ini menggunakan beberapa analogi, jadi sembari membaca silakan pikirkan baik-baik fakta realita yang ada. Dan tentu saja, bacalah tidak hanya dengan menggunakan mata, tapi juga mata hati. Huhuhu… 

Seorang yang buta hari itu datang menghampiri, sementara si pemilik mata balik mengamati. Si Mata pun tak henti-hentinya ‘menelanjangi’ kejelekan si buta.

“Ah… Aku lebih baik dari dia,”

Si mata pun masih saja berkoar. Aku berupa bola mata indah, yang binarnya mampu membuat takjub para pemerhatiku. Aku mampu melihat dunia, warna-warninya, dan kan kuwarnai dunia ini. Mata memang panglima diri! Dan dengan aku tentu saja banyak yang bisa melihat kertas jawaban teman-teman pada saat ujian. Huhuhu…

Si mata kembali menatap tajam si buta. Seakan dengan pongahnya dia berkata,

“Hai buta! Apa yang bisa kamu lakukan sementara kamu tidak memiliki mata indah nan memikat sepertiku ini?”

Si mata pun bertambah keangkuhannya karena ia tahu bahwa mata si buta tentu saja tidak akan bisa menjawab pertanyaannya. Ya… Si mata buta memang bisu!

Tapi, di luar sepengetahuan si mata, datang suara lembut nan elok menjawab pertanyaan angkuh si mata…

“Wahai mata yang binarmu menerangi dunia,”

“Hah, siapa itu? Dimana kamu?”

Aku adalah sesuatu yang dimiliki oleh si buta. Dan mungkin saja aku tidak kau miliki. Ohh… Si buta ini tidak seperti apa yang kau bayangkan. Ia hanya ‘menidurkan’ kedua matanya untuk sesaat saja. Sungguh bila kau tahu apa yang kan terpancar dari kedua mata ini bila ia mampu membukanya, pastilah kau kan merasa takjub dibuatnya.

“Hey… Siapa kamu? Ayo tunjukkan dirimu!”

Aku tidaklah seperti dirimu yang memiliki rupa elok nan indah. Aku hanyalah sifat yang bersemayam dalam tubuh si buta ini. Mungkin aku memang tidak mampu untuk melihat dunia layaknya dirimu. Dan aku juga tidak mampu untuk melihat ‘kecacatan’ seperti yang kau lakukan pada si buta ini. Sekali lagi, aku berbeda dengan dirimu wahai mata…

“Memang kamu seperti apa? Sudah sudah, gak usah basa-basi, tampakkan dirimu!”

Kamu terletak di luar tubuh, sedangkan aku berada dalam jiwa setiap orang yang berbudi. Sebab, bila aku berada di luar tubuh sepertimu, hanya ‘kecacatan’ dan kejelekan seseorang saja yang bisa kulihat. Sungguh, karena itu aku hanya ingin berada dalam jiwa si buta. Dan karena itu, aku memang tidak dapat melihat ‘kecacatan’ dan kejelekan orang lain, tapi aku mampu melihat kejelekan ku sendiri.

Tidak! Sekali lagi tidak! Tuhan tidak seangkuh dirimu walau mungkin ia menakdirkan si buta untuk ‘menidurkan’ kedua mata indah nya. Tuhan kuyakin juga tidak ingin menampakkan ‘kecacatan’ semu yang ada pada si buta. Tapi, Tuhan sepertinya memang ingin memperlihatkan kepada si buta, bahwa dunia tidaklah harus terlihat dan dirasakan. Bahkan si buta pun lebih mampu untuk merasakan dunia dibanding dirimu yang merasa mampu mewarnai dunia.

Aku juga tidak memerlukan cahaya terang yang pada akhirnya akan menembus retina yang akan menciptakan gambaran dunia selayaknya dirimu. Karena memang aku bisa menerangi si buta setiap saat dengan cahayaku sendiri. Namun sepertinya aku mampu untuk menggambarkan seseoarang seutuhnya.

“Ini terakhir kali pertanyaanku! Memang siapa dirimu?”

Aku biasa disebut banyak orang dengan… MATA HATI…

Kesimpulannya yang ngawur: Emang sepertinya bener lebih enak dipijet sama tukang pijet tunanetra bila dibandingkan dengan tukang pijet biasa. Karena dia memijat dengan menggunakan perasaan mata hatinya. Huhuhu…

*kabur sebelum dibacok*


Posted by adit-nya niez at 11:24 pm - 1,222 views

80 responses for this post

vend
21 January 2008 - 11:28 pm

tes

vend
21 January 2008 - 11:29 pm

duluan \:d/

kesimpulannya ndak nyambung :|

vend
21 January 2008 - 11:32 pm

buat punya mata hati itu ndak mudah dit..

Juminten
21 January 2008 - 11:38 pm

ah, jd ingat waktu latihan teater.
latihannya pake tutup mata, supaya bisa berperan menggunakan mata hati. :P
btw, tumben adit post tentang hal2 yg seperti ini. ;))
tp oks kok, dit! :D :))

niez-nya adit
21 January 2008 - 11:38 pm

*lagi niyat banget komeng

Dan dengan aku tentu saja banyak yang bisa melihat kertas jawaban teman-teman pada saat ujian. Huhuhu…

ini ga lagi curhat kan, dit ?? kan tadi apalannya keluar semua… ;))

Niez mah pengennya mewarnai dunia sambil merasakannya… :D

Emang sepertinya bener lebih enak dipijet sama tukang pijet tunanetra bila dibandingkan dengan tukang pijet biasa. Karena dia memijat dengan menggunakan perasaan mata hatinya.

klo Niez yang pijet ?? ;;)

dhez
21 January 2008 - 11:54 pm

wauw.

berat ah.
tp baguss :D

cuma2 itu ksimpulannya kok hena-bin-ajaib gtuh??

situ ngawur..:d

ojat
22 January 2008 - 12:49 am

wahh dit, serius amat *eh yg pijet tuna netra itu kayaknya ada benernya juga deh :D

extremusmilitis
22 January 2008 - 1:17 am

sering sekali kita bisa melihat semut di-seberang pulau, tapi gajah di-depan mata kita nggak kelihatan ;)
*guna-kan mata hati*

Li Xiang-ying
22 January 2008 - 2:02 am

Mbuh… Mata hati itu penting buat nyari pasangan… \:d/

*siul-siul*

Bukan Donny-nya Adit
22 January 2008 - 2:09 am

Dit, dit…pernah lihat MATA HATI? :D

Wazeen
22 January 2008 - 3:08 am

enakan dipijit ama nenek2 dit….

azkaa,,
22 January 2008 - 3:50 am

saya ndak suka dipijet, geli.. *ga ada yg nanya
hha, komennya malah ttg pijat memijat, bkn ttg mata hati.. kesimpulan adit ngawur sih..

bachtiar
22 January 2008 - 5:58 am

heuhehehehheh……..

adit pengen buta mata atau hati ? :-w

didut
22 January 2008 - 6:22 am

*baca komen niez*

*nunggu komen jawaban adit*

jimmy
22 January 2008 - 7:54 am

trus gimana caranya biar punya mata hati? apa sekarang juga sebenernya udah punya ya?

suprie
22 January 2008 - 8:13 am

geblek kesimpulannya :-w kirain bakalan serius ….(:|

Nazieb
22 January 2008 - 8:13 am

Saya baca blog ini pake mata hati lho..

:))

caplang[dot]net
22 January 2008 - 8:21 am

mata hati bisa buat kedip-kedip juga?

venus
22 January 2008 - 8:21 am

wohohoho……berat sekali, anak mudaaaaa. halah :D

ade
22 January 2008 - 9:01 am

hoho..
mata hati mah judul lagu jadulnya TIC band yak?

Muh. Ulinnuha
22 January 2008 - 9:21 am

Kesimpulanya…. :))
Dibaca serius-serius malah :p
payah :D

eriek
22 January 2008 - 9:45 am

hahaha…. :)) menggunakan perasaan mata hati. memangnya ada ya dit? halah….halah…. :)

aprikot
22 January 2008 - 9:51 am

komentnya juga hrus pake mata hati juga ngga dit?

Totok Sugianto
22 January 2008 - 10:35 am

postingan kali ini kenapa begitu berat ya.. mesti direnungkan dulu, susah komentarnya :)>-

GiE
22 January 2008 - 10:43 am

:-??

GiE
22 January 2008 - 10:56 am

mungkin bacanya harus pake mata hati kali… :D

:)>-

isnuansa
22 January 2008 - 1:27 pm

baru tahu Nilla maen teater… minta tanda tangannya donk… *lirik atas*

kalo di kantor saya, paling banyak: mata-mata!

ridu
22 January 2008 - 1:43 pm

Yee.. males deh..

emgnya lo abis ngapain c, sampe mo dipijet segala??
ujian praktek yah?? =))

toni
22 January 2008 - 2:22 pm

Ga bisa dibilang yang mana yang paling penting diantara mata hati dan mata yang di kepala. Tapi kalo mata hati lebih banyak digunakan ketimbang otak = sedikit polos tapi dungu, kalo terlalu banyak make mata ketimbang hati = BF mania :d

*kabur*

sez
22 January 2008 - 2:56 pm

tetep aja rasanya kaya digrepe-grepe…
paling enak dipijet sama ayahku tercinta…. :p

escoret
22 January 2008 - 3:01 pm

sinetron bgt..!!!!

*protes*

siska
22 January 2008 - 4:27 pm

*baca kesimpulan*
…..
*langsung ambil golok*

ngomong-ngomong, dapet cerita darimana dit?? tumben bagus :d

erander
22 January 2008 - 4:34 pm

Gimana kalo dengan mata kaki, mata hari dan mata kucing ?? :lol: just kidding .. ing

Benar koq Dit .. mata hati itu dapat melihat yang tak tampak oleh mata beneran. Btw .. koq sekarang dibelakang nama mu ada embel2 Niez?? wah, makin mesra ya???

jiki
22 January 2008 - 4:41 pm

[-([-(

Anggara
22 January 2008 - 5:16 pm

enakan yang plus2 dong ;) :d

GuM
22 January 2008 - 6:21 pm

tenang aja dit. tukang pijet tuna netra ga bisa bacok orang kok :D
lu kate si buta dari goa hantu?

Andrew Anandhika Wijaya
22 January 2008 - 8:42 pm

ahh biasa aja… kan saya mbacanya pake mata seorang fast reader… :d/

Reza
22 January 2008 - 9:03 pm

aduh orang yang satu ini, dah selesai ujiannya boz?!
bener kata pa erander sekarang namamu ada embel-embelnya ya!
duh….:x
btw mata hati bisa dioperasi seperti mata saya ga?:d

Rystiono
22 January 2008 - 9:05 pm

mmmm….

* cuma ngangguk2 doank… *

huda
22 January 2008 - 10:11 pm

Mau dibacok dit.? sini sini…

fisto
22 January 2008 - 10:39 pm

sumpah, dit….gak mudheng aku…. :((

STR
22 January 2008 - 10:48 pm

Ndak berat kok. Pesannya jelas. Apa ini cuma gara-gara aku bacanya setelah ada guide-nya yak?

Tapi mungkin, posting ini jadi berat karena pembaca ndak mudeng kalo ini bukan opini, sedangkan secara isi blog kebanyakan adalah opini. Wah, ini berarti blogmu bukan blog kebanyakan, Dit! :D

datum
22 January 2008 - 11:15 pm

mata hati? tell me… sejak kapan mata hati punya mulut? ;))

bayu
22 January 2008 - 11:32 pm

dit kaya’nya moralnya gini deh.
ngeliat orang laen, usahakan pake kacamata hitam biar nggak ketauan ama si jiwa,..

*kabur ke kolam*

andi bagus
23 January 2008 - 2:23 am

fiuh..akhir nya kelar juga baca sampai tuntas..

jadi inti nya mas adit pengen di pijit tuna netra kan ?? :d

andi bagus
23 January 2008 - 2:27 am

mulai sesuatu dengan mata hati..:x:x

Ghira
23 January 2008 - 3:10 am

Salam…Nice Post….
Dunia ini hanya dibentuk oleh 5 indra yang ada pada manusia. jika salah satunya indera ngak ada, maka dunia ini akan lain rasanya. Misalnya, orang yang lahir dengan mata yang buta, otomatis dunia ini hitam baginya, dan itulah dunianya.
Tapi dia mempunyai sisi lain dari dunia itu, “Dia tidak memerlukan cahaya terang untuk menembus retina yang akan menciptakan gambaran dunia selayaknya dunia kita. Karena memang ia bisa menerangi si buta setiap saat dengan cahayanya sendiri. Namun sepertinya ia mampu untuk menggambarkan seseoarang seutuhnya”

evan
23 January 2008 - 4:43 am

analogi selalu dua. mata dan hati.
besok tangan kanan dan tangan kiri.
lusa kumbang dan kembang.
mentang-mentang….
[-(

Nisa
23 January 2008 - 4:47 am

hahahahha :)) haduuuh… kok malah nyambung ke pijat tuna netra..

padahal ceritanya sudah menyentuh sekali. gw bahkan sama sekali gak kepikiran kalau orang buta ditidurkan matanya justru sebuah nikmat Tuhan supaya matanya gak berdosa. :D

niez-nya adit
23 January 2008 - 8:00 am

49 komeng menanti untuk dibalas.. ;))

detnot
23 January 2008 - 9:41 am

ane sudah tua, gak bisa menangkap maknanya dit :d:d

regsa
23 January 2008 - 9:59 am

emang simata hati itu lebih jujur tapi kadang kita malah sering mengabaikannya..

:-?

stey
23 January 2008 - 11:02 am

Ah iya Dit..berat sangadh..belum mampu otak saya buat membacanya..nanti saya kembali lagi..okeh!!!

ika
23 January 2008 - 12:22 pm

aku belom pernah dipijat sama tuna netra dit,,tapi yang bisa melihat pun pijatannya enak kok,,hehehehe :d

Dy
23 January 2008 - 1:05 pm

hueuhehue..wualah…ujung2nya kok tentang tukang pijit sih Dit.. :))

GiE
23 January 2008 - 1:11 pm

ho’oh iya.. kok jadi rame ngomongin ttg pijit2an seee… /:)

jadi keingetan dulu saya pernah mijit orang lain dikasi upah ala kadarnya…

=))

-=«GoenRock®»=-
23 January 2008 - 1:19 pm

Mata hati, hmmm kalau kelilipan ngucek-uceknya gimana? :o
**gantian dikejar siska pake golok**

away
23 January 2008 - 1:32 pm

waduh, aku belum pernah tuh dipijit ama tukang pijit yg tunan netra. Enakan juga dikerokin, tapi pake uang 100rb an
*kabur

imam
23 January 2008 - 2:40 pm

weleh…. ngawur ngawurr .. huuuuhhuuu….

dari atas sampe bawah serius.. giliran dah ampe bawah.. tukang pijit :P
btw ada ga ya blogger buta? hihi :)>-

mantan sekretaris-a Adit
23 January 2008 - 3:07 pm

wadow.. Adit mo jd tukang pijat yah skrg?!! :p
eh, itu si mata hati yah?!
kirain mata air.. *halah*
:d :d :d

goes
23 January 2008 - 3:42 pm

*mode On: OOT*
duh serius banget nyalin-nya pe koment saling tindih menindih. :d
*mode Off: OOT*

Gunakan mata Mu untuk melirik teman disebelah Mu :d/
> Gimana, Orang ntu dah ngecengin Lo ! :)>-

snydez
23 January 2008 - 4:39 pm

kabarnya sih, pemijet tuna netra itu ‘apalan’
jadi ada step step nya mijet nya..
gak improvisasi :D

Praditya
23 January 2008 - 10:53 pm

@vend [1]:
Haduh apanya yg dites??

@vend [2]:
Mo ngeduluin siapa neh??

@vend [3]:
Iya bener mas… :D
Mungkin semua orang punya mata hati, tapi masih terlelap :P

@Juminten:
Awas nanti jatuh dari panggung :P
Hmm… Bahasana rada beda yah??

@niez-ku [1]:
Ndak niez… Ndak nyontek..
Apalannya keluar semua kok…

Huhuhu… ;))

Boleh… Yg lama ya niez…
Huhuhu… ;))

@dhez:
Huhuhu… Berat yah?? Yg penting kesimpulannya gak kan?? :P

@ojat:
Pernah juga dipijet sama tukang pijet tunanetra toh?? ;))

@extremusmilitis:
Ah… Ada yg bisa menyusun salah satu puzzle rupanya… :D

@Li Xiang-Ying:
Ngomongin kami neh?? :D

@Donny:
Geli ngliat namanya… :D

Jah, sinetron yah??
Huhuhu… ;))

@wazeen:
Ndak terasa… :P

@azkaa:
Lha, kok malah nyeritain pengalaman inih… ;))

@bachtiar:
Honestly, ndak kepingin dua2nya… :D

@didut:
Sudah dijawab… :D

@jimmy:
Kalo menurut saya sih semua orang punya. Tinggal kitanya aja yang harus membangunkan dia dari lelapnya… :)>-

@suprie:
Ah… Ini serius kok..
Jangan liat kesimpulannya aja..
Hehehe… :D

@nazieb:
Hoo…
Manggut2x… ;))

@caplang:
Emang kayak om caplang yg kerjaannya godain doank!!
Wakakak… :))

@venus:
Wohohoho… Benarkah itu mbok??
Huhuhu… ;))

@ade:
Jah, ngomongin lagu dia…

@ulinnuha:
Huhuhu…

Ntu kesimpulannya cuma pengalih aja kok. Biar ndak terkesan menggurui.

Eniwei, makasih ya udah baca serius…
Huhuhu… ;))

@eriek:
Mungkin…

@aprikot:
Saya terima komennya apa adanya… :D

@Totoks:
Hmm… Apa terasa terlalu berat ya??

@GiE:
Klo gitu silakan dibaca dengan mata hati… :D

@isnuansa:
Wakakakak… :))
Knapa ini mbak?? Dimatai2 bos ya??
Huhuhu… ;))

@ridu:
Emang klo saya jawab ridu mo nyariin tukang pijet… :P

@toni:
Watevah…

@sez:
Ini curhat tentang pijetan neh… ;))

@escoret:
Hoo… Mas Pepeng demen nonton sinetron yah??

@siska:
Sebenernya ini bukan cerita, tapi cuma analogi. Klo saya tulis dengan bahasa asli, pasti banyak yang misuh2x..

Huhuhu… ;))

@Erander:
Yup, ada yg dapat dilihat oleh mata, tapi ada yg tidak dapat dilihat oleh mata dan sebaliknya.

Huhuhu… Jadi malu saya… :”>
Iya nih..
Huhuhu… ;))

@jiki:
Knafa…?? ;))

@Anggara:
Lha, situ pernah toh?? :P

@GuM:
Hmmm…

@andrew:
Gak masalah kok… ;)

@reza:
Huhuhu… Jadi malu lagi.. :”>
Haduh… Gmana cara operasinya ya?? ;))

@Rystiono:
Ikutan ngangguk2…

@huda:
Weits, ditangkis Oom… :D

@fisto:
Huhuhu…
Jadi gak enak saya…

@STR:
Wew… Ngerti ya… :D

@datum:
Hanya sekedar analogi… :D

@bayu:
Saya buang ke kolam yg isinya buaya… :))

@andi bagus:
Hehehe… :D

Klo saya, gunakan mata hati untuk merasakan apa yg tidak bisa dirasakan…

@Ghira:
Ya ya… Satu lagi susunan puzzle berhasil disatukan… :D

@evan:
Iya neh, gy kasmaran…
Huhuhu… ;))

@Nisa:
Kesimpulannya jangan diperhatiin… :P

Btw, lagi2 ada yg berhasil menyusun puzzle nya… :D

@niez-ku [2]:
Iya iya niez…

Nih tak bales… ;))

@detnot:
Dengan membaca ini semoga bertambah tua… :D

@regsa:
Yup!! Setuju…
Puzzle semakin menyatu… :D

@stey:
Ditunggu loh kembalinya… :D

@ika:
Sekali2 dicoba…
Huhuhu… Promosi… :P

@dy:
Di jepang ada tukang pijet gak mbak?? ;))

@GiE [2]:
Lha, ada tukang pijet toh disini…

@GoenRock:
Nah loh, tuh sampeyan dikejar siska…
Mau disunat sampeyan… :P

@away:
Wakakak… :))
Dikerokin pake duit 100 rbuan sapa yg gak mau!!

@imam:
Ada ada… Seorang komponis dari Indonesia yang kerja di nintendo…

Huhuhu… ;))

@mantan sekretaris:
Jah… Salah sasaran… ;))

@goes:
Si Ilham??
Kemaren udah cie cie gtu…
Untung dianya gy stress UAS, jadina gak minta traktir… :P

Jadi ente toh yg ngasih tau…
Huhuhu… ;))

@snydez:
Mau improvisasi yg kayak apa??? :P

dodot
23 January 2008 - 11:52 pm

wah jadi pengen dipijet :d

Hanna
24 January 2008 - 12:38 am

ya, Adit.

Tulisannya mencerahkan nih. Memakai jasa pijat tunanetra kan berarti memberikan mereka kepercayaan, semangat dan kesempatan untuk menunjukkan potensi diri mereka. Meskipun sangat sederhana ya. Kita harusnya malu tidak buta sering mengeluh. :d:d

Praditya
24 January 2008 - 8:50 am

@dodot:
Lha??

@Hanna:
Yup… Setuju!!!
Puzzle makin tersusun… :D

Zee
24 January 2008 - 10:56 am

Tp aq blm pernah pijet ama org buta, aga serem aja… soalnya mereka klo mijet suka kuat bgd.

tukangkopi
24 January 2008 - 11:12 am

walah udah telat baca gw. dah beberapa hari ini benwit kantor gw lagi payah, dit. tp sekarang dah normal :d/

Btw, postingan bagoes. Tumben lo JENIUS… :d

Freddy Hernawan
24 January 2008 - 12:14 pm

hahhaaa itu tho maksudnya.. awalnya nggak mudeng :)

Bebek Jamuran
24 January 2008 - 12:43 pm

Wah… Bahasanya berat, intinya nendang, tapi kesimpulannya ngawur… 8-|

BTW, salam kenal :)>-

Nisa
24 January 2008 - 3:33 pm

puzzle? puzzle apa?? saya memecahkan puzzlenya?? ooh!!! benarkah!!? syukurlah!! mana payung cantiknya?!?!

Moerz
24 January 2008 - 11:34 pm

lah…
minta pijitan istrimu niez toh dit…

Resi Bismo
25 January 2008 - 12:49 am

main ah, abis blogwalking :d/

hedi
25 January 2008 - 1:02 am

kalo urusan pijet, karna saya cowok ya pilih yg cewek dong, baik buta atau enggak :P

ichaAwe
25 January 2008 - 2:10 am

mata hatiku lagi kena katarak..jd gak bisa ikutan baca postingan ini…sorry…gak bs komen dgn spesifik jdnya :D

anna
25 January 2008 - 7:49 am

Comment ku mana.. kok ga ada… :-?
oh ya, emang belum comment kemaren :D **error mode on**

waterbomm
25 January 2008 - 10:22 pm

eh iya mas adit.. ternyata ada :D duh jadi ga enak… hihi..

http://www.ramaditya.com/article43.htm udah gitu jadi blog favorit ala http://iwanteeepc.blogspot.com/ hihi… nulisnya bener2 pake mata hati kali ya… hihi

nurussadad
29 January 2008 - 10:35 am

gak paham

Ely Meyer
31 January 2008 - 3:29 pm

dari mata turun ke hati :) bener nggak Dit ?

kudel
11 September 2008 - 11:16 am

mata hati..mata hati..

Comments RSS

Sorry, the comment form is closed at this time.

close
Pemilik blog ini sudah memiliki rumah baru di www.aditdanniez.com dan walimah.aditdanniez.com. Silakan kunjungi...