Nov 15
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Makan Setelah Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang?

Jika kita sering mendengar ceramah dari para ustadz atau orang lain, pasti disitu ada sortiran ayat-ayat atau hadits Nabi yang ikut disampaikan sebagai pendukung isi ceramah. Ya, karena memang dasarnya segala ceramah agama yang disampaikan pasti bersumber pada Al-Quran dan Hadits.

Apalagi ketika bulan Ramadhan tiba, biasanya para penceramah mendapat tambahan kesibukan untuk mengisi ceramah di pengajian-pengajian. Seperti yang telah ditulis di atas, agar ceramahnya memiliki bobot ilmiah, mereka banyak mengutip dan menguraikan ayat-ayat Al-Quran, hadits, atau kata-kata hikmah para ulama. Hadits-hadits yang disampaikan pun bervariasi kualitasnya, ada yang shahih, hasan, dhaif, bahkan sangat dhaif sekali yaitu hadis-hadis yang dikategorikan sebagai maudhu, matruk, munkar, dan lain sebagainya.

Nah, bicara soal hadits-hadits palsu, ternyata banyak sekali hadits seperti itu yang beredar dan telah melekat dalam pemikiran dan pemahaman kita. Yuk kita telaah salah satunya (dari berbagai sumber)…

Pernah dengar hadits di bawah ini dalam ceramah-ceramah?

“Kami adalah orang-orang yang tidak makan sehingga lapar, dan apabila kami makan kami tidak sampai kenyang,”

Hadits yang amat populer ini ternyata bukan hadits dari Rasulullah. Lafadz yang seringkali dikatakan sebagai hadits nabi ini tidak ditemukan di kitab-kitab hadits yang muktamad, semacam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abu Daud, Sunan At-Tirmizy, Sunan Ibnu Majah dan lainnya. Juga tidak didapati di kitab-kitab hadits semacam Bulughul Maram atau Nailul Authar dan sejenisnya.

Sheikh Nawawi Al-Bantani pernah mengatakan bahwa lafadz ini hanyalah hikmah dan bukan hadits nabi SAW. Alih-alih sebagai hadits nabi, lafadz itu ternyata hanyalah merupakan perkataan seorang tabib (dokter) dari Sudan, yang tidak ada kaitannya dengan urusan syariah dan agama.

Mungkin sebagai sebuah nasehat dari seorang dokter, esensi nasehat tersebut ada benarnya, namun kalau dikatakan bahwa lafadz itu merupakan sabda Nabi Muhammad SAW, tentulah sangat salah.

Sebab kita tahu bahwa hal itu merupakan sebuah kebohongan serius kepada beliau. Sampai ada hadits yang menyebutkan bahwa orang yang sengaja berdusta tentang nabi Muhammad SAW, maka dia harus menyiapkan tempat duduknya dari api neraka.

Dikutip dari kitab al-Rahmah fi al-Thibb wa al-Hikmah karya Imam al-Suyuthi, ada empat orang dokter ahli berkumpul di istana Raja Persia. Empat dokter ini masing-masing berasal dari Irak, Romawi, India, dan Sudan. Di antara keempat dokter ini yang paling cerdas adalah dokter dari Sudan. Kepada keempat dokter ini, raja meminta resep atau obat-obatan yang paling manjur dan tidak membawa efek samping.

Dokter dari Irak mengatakan, obat yang tidak membawa efek samping adalah minum air hangat tiga teguk setiap pagi ketika bangun tidur. Dokter dari Romawi mengatakan, obat yang tidak membawa akibat sampingan adalah menelan biji rasyad (sejenis sayuran) setiap hari. Sedangkan dokter yang dari India mengatakan, obat yang tidak membawa akibat sampingan adalah memakan tiga biji ihlilaj yang hitam tiap hari. Ihlilaj adalah sejenis gandum yang tumbuh di India, Afghanistan, dan China.

Ketika tiba giliran dokter dari Sudan berbicara, dia diam saja. Kemudian raja bertanya…

“Mengapa kamu diam saja?”

“Wahai Tuanku, air hangat itu dapat menghilangkan lemak ginjal dan menurunkan lambung. Biji rasyad dapat membuat kering jaringan tubuh. Dan ihlilaj juga dapat membuat kering jaringan tubuh yang lain,”

“Kalau begitu menurut kamu, obat apa yang tidak mengandung efek samping?”

Dokter dari Sudan itu menjawab, “Wahai Tuanku, obat yang tidak mengandung efek samping adalah Anda tidak makan kecuali sesudah lapar. Dan apabila Anda makan, angkatlah tangan Anda sebelum Anda merasa kenyang. Apabila hal itu Anda lakukan, maka Anda tidak akan terkena penyakit kecuali penyakit mati,”

Dalam mengisahkan cerita tentang nasehat dokter dari Sudan ini, Al-Imam As-Suyuthi sama sekali tidak menyebutkan bahwa lafadz ini datang dari Rasulullah SAW. Sehingga kalau sampai banyak penceramah main kutip lafadz ini sehingga akhirnya seolah menjadi hadits nabi, sungguh sangat disayangkan.

Mereka yang tidak tahu sama sekali kemudian meriwayatkannya dengan mengatasnamakan hadits Rasulullah atau mereka mengamalkan makna hadits tersebut (apabila menimbulkan kerusakan) karena tidak tahu, maka tidak ada dosa atasnya. Akan tetapi sesudah mendapatkan penjelasan bahwa riwayat atau hadits yang dia ceritakan atau amalkan itu adalah hadits palsu, maka hendaklah segera ditinggalkannya. Sebab bila tetap dia amalkan sedangkan dari jalan atau sanad lain tidak ada sama sekali, maka hukumnya tidak boleh (berdosa – dari Kitab Minhatul Mughiits).


Posted by adit-nya niez at 12:01 am - 1,731 views

12 responses for this post

putry
15 November 2007 - 8:43 am

iya, cara mengatur makan emang bgtu. tp kdg aku terlalu nafsu :P pdhl khn ga boleh.

ade
15 November 2007 - 7:01 pm

eh..ini beneran? boleh tau sumbernya?
informasi yang bagus sekali (kalo bener tentunya)

Praditya
15 November 2007 - 7:15 pm

@ade:
Beneran…

Klo saya gak salah ada penjelasan lebih lanjut di kitab hadits-hadits dhoif dan maudhu karya Ust. Abdul Hakim Bin Amir Abdat hal. 336 dengan no hadits 228. Dan disebutkan hal itu tidak ada asal-usulnya…

Kesimpulannya hadits tersebut palsu karena tidak ada asal usulnya!

drys
15 November 2007 - 7:48 pm

ohhh, begitu ya…
berarti dari dulu saya salah kaprah dongs..

Thanks atas infonya…;)

icha
15 November 2007 - 11:02 pm

subhanalllah…
makan aja hrs bgitu…
brarti dilarang ngemil yah????

Praditya
15 November 2007 - 11:07 pm

@icha:
Sepertinya mbak belum membaca secara keseluruhan deh… :d

Ahmad Lukman
16 November 2007 - 12:14 am

Assalamu’alaykum, salam kenal Dit.
Websitenya subhanalloh, bagus bener. Gimana cara buat setting/layout seperti ini? Di bawah tertulis powered by WordPress. WP saya masih standard banget. bagaimana kalau mau diperbagus? Bayar gak?

Thanks.

Praditya
16 November 2007 - 12:23 am

Wa’alaikum salam Akh…

Hmm… Setau saya kalo menggunakan hosting WordPress gratis seperti yg Akhi gunakan saat ini memang dibatasi. Dan emang itu kan biasanya kelemahan dari yang gratis2… :d

Tidak bebas mengutak-atik layout. Saya sendiri juga belum pernah menggunakan hosting gratis di wordpress.com

Saya menggunakan hosting dan domain sendiri Akh, jdina bsa dimodifikasi sesuai keinginan… :)>-
Tpi mungkin Akh bsa mencoba untuk memilih template yg disediakan di admin panel account WordPress nya akhi. Dicari saja akh yang lebih bagus…

Aaron
16 November 2007 - 12:33 am

Weaalaah Palsu toh!:o

Yaayyy bisa makan 3 ronde!!! :d

Just Kidding,,:)>-

Praditya
16 November 2007 - 12:35 am

@Aaron:
Walau itu bukan hadits Nabi, tapi baik juga Ron untuk kesehatan jika dilaksanakan… :d

Aaron
16 November 2007 - 3:28 am

@Praditya

Wets!!! lo blom tau siihh,,

d sini mesti makan banyak gw! kalo gak bisa kedinginan! hhiyy…

Dah musim dingin euy!

tap tentu saja gw makan tetep sewajarnya, gak berlebihan juga…:)>-

aul
18 November 2007 - 11:34 am

yah, kalo bener tapi dijadiin hadits, jadi salah kalo dalam konteks perhaditsan, walopun dari konteks pengobatan, resep ini tokcer punya

Comments RSS

Sorry, the comment form is closed at this time.

close
Pemilik blog ini sudah memiliki rumah baru di www.aditdanniez.com dan walimah.aditdanniez.com. Silakan kunjungi...